SAMARINDA, Konspirata.com — Pengelolaan lingkungan hidup, pemerataan hasil pembangunan, hingga penguatan peran masyarakat dalam mengawasi kebijakan publik menjadi isu yang mendominasi agenda Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang digelar Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, KH. Aus Hidayat Nur, di Gedung Adil Sejahtera, Kantor DPW PKS Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (22/6/2026).
Sekitar 150 peserta yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan mengikuti kegiatan tersebut. Forum berlangsung dalam suasana dialogis dengan memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam sambutannya, KH. Aus Hidayat Nur mengatakan kehadiran masyarakat merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang harus dijawab melalui kerja nyata. Menurutnya, fungsi penyerapan aspirasi bukan hanya mendengar keluhan warga, tetapi memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan di tingkat nasional.
“Saya bukan manusia yang sempurna, tentu memiliki kekurangan sebagaimana manusia pada umumnya. Namun kehadiran bapak dan ibu dalam forum ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat saya hargai. Terima kasih atas kepercayaan tersebut. Semoga Allah SWT membantu kita semua menuntaskan amanah yang diemban,” ujar Aus Hidayat Nur.
Dalam dialog bersama peserta, Aus menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah pusat. Salah satunya adalah percepatan reklamasi lahan bekas tambang yang hingga kini masih menyisakan persoalan lingkungan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
Ia juga menilai normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam perlu menjadi agenda yang lebih serius mengingat peran strategis sungai tersebut bagi aktivitas ekonomi, transportasi, dan kehidupan masyarakat. Selain itu, pemerintah didorong untuk melibatkan tokoh masyarakat adat maupun tokoh lokal dalam proses perencanaan pembangunan agar kebijakan yang diambil lebih berpijak pada kebutuhan masyarakat setempat.
Menurut Aus, pembangunan yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk memperkuat pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program-program pembangunan sehingga berjalan transparan dan memberikan manfaat bagi publik.
Di sisi lain, masyarakat yang hadir menyampaikan harapan agar pembangunan di Kalimantan Timur tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Peserta juga menyoroti aktivitas pertambangan batu bara yang dinilai perlu dikendalikan agar tidak terus mengurangi kawasan hutan dan memperbesar risiko kerusakan lingkungan. Menurut mereka, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara lebih berkelanjutan dengan mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.
Selain itu, warga berharap kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Timur dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mereka menilai daerah yang kaya akan sumber daya semestinya mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakatnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, KH. Aus Hidayat Nur menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPR RI.
“Forum seperti ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diperjuangkan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang kami miliki,” katanya.
Kegiatan penyerapan aspirasi ditutup dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber. Berbagai usulan yang muncul diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mendorong kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kalimantan Timur.
Ahyar / Konspirata.com
Leave a Reply