Portal Ditabrak Berulang, Lampu Dicuri: jadi sorotan Dishub Kota Samarinda Angkat Bicara

Screenshot

Samarinda – Kondisi Jembatan Mahkota 2 kembali menjadi sorotan publik. Selain portal pembatas kendaraan yang berulang kali ditabrak, penerangan jalan di jembatan tersebut juga sempat tidak berfungsi akibat pencurian kabel listrik. Dua persoalan ini dinilai berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa insiden kendaraan menabrak portal pembatas di jembatan tersebut sudah terjadi lebih dari lima kali. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Dishub, sebagian besar kejadian dipicu oleh pengemudi kendaraan berdimensi besar yang memperkirakan kendaraannya masih bisa melewati portal.

Menurutnya, portal tersebut memang dirancang sebagai pembatas kendaraan dengan ketinggian sekitar 2,1 meter. Tujuannya untuk mencegah kendaraan besar melintas di jembatan, sesuai dengan kebijakan pemerintah kota yang telah menginstruksikan pembatasan kendaraan berdimensi besar di jalur tersebut sejak beberapa tahun lalu.

“Dari kondisi dan informasi yang kami terima, kejadian penabrakan portal sudah lebih dari lima kali. Biasanya pengemudi merasa tinggi kendaraan atau baknya masih bisa lewat. Padahal portal yang dibangun tingginya sekitar 2,1 meter,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa portal tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan infrastruktur jembatan serta mengatur lalu lintas agar tetap aman bagi pengguna jalan lainnya. Untuk setiap kejadian penabrakan, Dishub juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

“Jika ada kendaraan yang menabrak portal, kami berkoordinasi dengan Satlantas untuk menahan kendaraan beserta dokumennya. Pihak yang menabrak juga diminta bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan portal tersebut,” katanya.

Selain persoalan portal, Dishub juga menyoroti kondisi penerangan jalan di jembatan yang sempat padam. Berdasarkan informasi yang diterima, matinya lampu penerangan tersebut disebabkan oleh pencurian kabel jaringan listrik pada fasilitas penerangan jalan umum (PJU).

Kondisi tersebut membuat pemerintah kota harus menyiapkan kembali rencana perbaikan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah yang sebelumnya mengalami penyesuaian. Pemerintah pun membuka kemungkinan penggunaan anggaran tak terduga untuk mempercepat pemulihan fasilitas penerangan di jembatan tersebut.

“Lampu penerangan di jembatan itu mati karena adanya pencurian kabel. Hal ini tentu berdampak pada fungsi penerangan. Pemerintah kota sedang menyiapkan kembali langkah perbaikan dengan menyesuaikan kondisi anggaran yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, Dishub memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penerangan di jembatan dapat segera kembali berfungsi. Penerangan yang memadai dinilai sangat penting untuk mendukung keselamatan pengendara yang melintas, terutama pada malam hari.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar jembatan bisa kembali terang dan nyaman dilalui. Penerangan di jalan, apalagi di jembatan, sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Dishub juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan besar, agar mematuhi aturan dimensi kendaraan saat melintas di jalur tertentu. Selain itu, masyarakat juga diharapkan turut menjaga fasilitas publik agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kota, diharapkan kondisi Jembatan Mahkota II dapat kembali optimal sebagai jalur penghubung penting bagi aktivitas masyarakat Samarinda.

Leave a Reply