Waspada Modus Baru, Penipu di Samarinda Catut Nama Kredivo dan Menyamar Jadi Kurir Paket untuk Peras Korban

SAMARINDA, KONSPIRATA – Masyarakat Kota Samarinda, khususnya pengguna aplikasi pembiayaan digital, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang kian rapi. Baru-baru ini, sebuah aksi dugaan pemerasan oleh oknum penipu pihak ketiga terjadi di wilayah Loa Janan Ilir, Samarinda. Oknum tersebut nekat mencatut nama instansi Kredivo dan menggunakan tipu muslihat menyamar sebagai kurir paket untuk mengelabui korbannya.

Kasus ini terkuak setelah seorang pria berinisial Raden menjadi target operasi penipuan digital tersebut. Raden tiba-tiba dihubungi oleh nomor prabayar asing +62 838-3068-7146 dengan nama akun WhatsApp ~batulaut.

Berdasarkan investigasi tim redaksi, oknum penipu tersebut awalnya melancarkan taktik skiptracing ilegal dengan mengirim pesan singkat bertuliskan “paket mas” pada pukul 15.34 WITA [2026-10-03]. Penyamaran sebagai pengantar paket ini diduga kuat sengaja dilakukan untuk memancing respon serta melacak keberadaan lokasi riil korban.

Setelah korban merespon, oknum tersebut langsung melancarkan aksi pemerasan dengan memanfaatkan data keterlambatan tagihan korban yang bocor. Di dalam aplikasi resmi Kredivo milik Raden, sisa kewajiban riil yang tercatat sistem sebenarnya hanya sebesar Rp262.000. Namun, oknum tersebut melakukan pemalsuan nilai (markup) dan menuntut korban untuk membayar Rp350.000 secara tunai dengan dalih fiktif sebagai “biaya operasional”.

“Ulun ambil 350 ada biaya operasional,” bunyi pesan tertulis oknum tersebut saat mencoba memeras Raden. Tidak sampai di situ, oknum juga melayangkan tekanan psikologis terselubung dengan mengancam akan mendatangi dan melaporkan hal tersebut kepada pihak keluarga korban yang berada di rumah.

Mendapati adanya kejanggalan nilai tagihan dan prosedur penagihan tunai yang menyalahi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Raden segera melakukan langkah taktis dengan berkoordinasi langsung ke saluran aduan internal PT Kredivo Finance Indonesia pusat.

Hasil konfirmasi resmi dari pihak perwakilan Kredivo menyatakan secara tegas bahwa nomor asing yang meneror Raden bukanlah bagian dari tim penagihan resmi mereka. Pihak Kredivo memastikan bahwa nomor tersebut adalah oknum luar yang mencoba mengambil keuntungan pribadi secara ilegal dengan mencatut nama besar Kredivo.

Hingga berita ini dimuat, belum diketahui secara pasti dari mana oknum penipu tersebut berhasil meretas atau mendapatkan data spesifik terkait nominal keterlambatan korban. Kasus pencatutan nama dan percobaan pemerasan ini kini telah dilaporkan secara resmi ke pihak manajemen fintech terkait serta Kontak OJK 157 untuk dilakukan pelacakan jaringan sindikat penipuan digital di wilayah Kalimantan Timur. (KNS/Red)

Leave a Reply