47 Wilayah di Samarinda Terdampak Pemadaman Listrik, Berlangsung hingga Malam

Ilustrasi

SAMARINDA — Sejumlah wilayah di Kota Samarinda kembali masuk dalam daftar terdampak pemadaman listrik pada Kamis, 24 September 2026. Gangguan pasokan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pukul 21.00 WITA.

Informasi pemadaman mencakup puluhan kawasan yang berada dalam wilayah layanan kelistrikan Samarinda. Warga di area terdampak diminta menyesuaikan aktivitas selama pasokan listrik dihentikan sementara.

Pemadaman kali ini berlangsung di tengah kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Timur yang masih dalam proses pemulihan. Sebelumnya, PLN UID Kaltimra menyebut sejumlah pembangkit mengalami gangguan sehingga kemampuan pasokan belum kembali optimal.

Beberapa pembangkit yang terdampak antara lain PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai. PLN menargetkan sejumlah unit pembangkit tersebut dapat kembali beroperasi secara bertahap pada pekan ketiga hingga keempat September 2026.

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, PLN juga mengupayakan tambahan daya melalui pengoperasian pembangkit sewa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sistem selama proses pemulihan berlangsung.

Bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak, informasi mengenai jadwal dan perkembangan pemadaman dapat dipantau melalui kanal resmi PLN, termasuk aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123.

PLN juga mengimbau pelanggan menggunakan energi secara bijak, terutama pada periode beban puncak. Penghematan konsumsi listrik diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan sistem selama pasokan belum sepenuhnya normal.

Pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sebelumnya juga telah mendapat perhatian DPRD Samarinda. Komisi III DPRD Samarinda menyatakan akan meminta penjelasan PLN mengenai penyebab gangguan dan kondisi pasokan listrik di wilayah kota.

Dengan proses pemulihan yang masih berjalan, masyarakat diharapkan mengikuti informasi terbaru dari PLN agar dapat menyesuaikan kegiatan, khususnya bagi rumah tangga, pelaku usaha, serta fasilitas yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.

Leave a Reply