Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi Indonesia memunculkan berbagai spekulasi publik terkait stabilitas nasional, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun tata kelola pemerintahan. Kebijakan yang mendorong seluruh instansi pemerintahan serta institusi pendidikan untuk menerapkan sistem work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) pada hari tertentu, seperti hari Jumat, menimbulkan pertanyaan kritis: apakah kebijakan ini semata-mata bentuk efisiensi dan fleksibilitas kerja, atau justru merupakan respons terhadap kondisi tertentu yang tidak sepenuhnya terbuka ke publik?
zaki presiden bem polnes menegaskan, bahwasan nya apakah indonesia sedang dalam keadaan yang baik baik saja atau tidak baik baik saja karena kebijakan yang diambil seolah olah hanya untuk menutupi apa yang menjadi kebobrokan yang ada di Indonesia hari ini,khususnya di politeknik negeri Samarinda yang dimana politeknik hari ini ada lah sebuah kampus vokasi,kampus yang bergerak untuk mencetak para pekerja pekerja yang lebih banyak praktek daripada teori dan mengharuskan untuk mahasiswa turun secara langsung di lapangan,tetapi yang terjadi hari ini adalah hari jumat para tenaga pendidik,mahasiswa dan dosen di lingkup politeknik khususnya di haruskan untuk membuat pembelajaran secara daring untuk teori dan untuk seminar proposal dan sidang tugas akhir
sama seperti kejadian saat covid 19 melanda dunia dan disuruh untuk mengurangi kegiatan di luar efektifitas dari pada pengajaran dan sidang mahasiswa itu akan menjadi pertanyaan besar?
apakah wfh di instansi pemerintah dan akademik adalah solusinya atau hanya menutupi bagian dari bayang bayang kecemasan Indonesia
Leave a Reply