Samarinda — Konferensi Cabang (Konfercab) GMKI Samarinda kembali membuktikan satu hal: drama organisasi tak pernah kehilangan panggungnya. Alih-alih jadi ruang demokrasi yang tertib, forum justru berubah menjadi arena tarik ulur kepentingan yang membuat persidangan berkali-kali mandek.
Noveandra Suparman, Ketua Komisariat SAINTEK Universitas Mulawarman, menjadi salah satu peserta yang angkat suara. Ia menyebut proses persidangan berjalan “tidak sesuai mekanisme” dan justru dipelintir oleh pimpinan forum—yakni Ketua Cabang GMKI Samarinda sendiri.
“Ketua Cabang terlihat memutar-mutar forum. Persidangan terus tertunda dan tidak mengarah ke keputusan apa pun,” ujar Noveandra.
Sejumlah peserta lain mengamini hal serupa. Kesan keberpihakan mulai tercium ketika Ketua Cabang dinilai memainkan ritme sidang guna mengamankan salah satu pasangan calon. Bagi sebagian peserta, cara itu bukan hanya menghambat jalannya agenda, tetapi juga merusak marwah organisasi yang selama ini mengusung nilai demokrasi.
Di tengah ketegangan itu, peserta tetap berharap Konfercab bisa diselamatkan melalui musyawarah yang jujur dan prosedural. Regenerasi kepemimpinan, kata mereka, tak boleh dirusak manuver sepihak.
Namun, hingga berita ini diturunkan, persidangan masih berstatus pending—terhenti di persimpangan antara prosedur organisasi dan kepentingan pihak tertentu.
Leave a Reply