Ditulis Oleh: Amanda Putih Amalia
Perempuan tidak lagi hanya menjadi pendukung di balik layar pembangunan bangsa, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan utama penggerak perubahan di berbagai sektor kehidupan. Korps HMI Wati (Kohati), organisasi perempuan muslim yang berdiri sejak 1966, menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan perempuan dapat dibentuk melalui kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan yang holistik.
Kohati hadir sebagai institusi yang menempatkan perempuan muda tidak hanya sebagai anggota biasa, tetapi sebagai calon pemimpin masa depan yang memiliki kapabilitas intelektual, spiritual, dan praktis. Melalui berbagai pendidikan, pelatihan, serta pengalaman organisasi, Kohati membekali anggotanya dengan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni serta nilai-nilai moral yang kuat. Tidak hanya sekadar kemampuan teknis, Kohati menanamkan kepekaan sosial dan keberanian mengambil keputusan demi kesejahteraan bersama.
Kiprah Kohati sudah terbukti lewat banyak kadernya yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan, lembaga sosial kemasyarakatan, dunia akademik, dan bisnis. Gaya kepemimpinan khas perempuan Kohati, yang menonjolkan empati, komunikasi terbuka, dan pendekatan inklusif, menjadi model yang sangat relevan dalam membangun masyarakat adil dan demokratis.
Lebih jauh, Kohati aktif mendorong keterlibatan perempuan dalam ranah politik dan pengambilan keputusan publik. Dukungan terhadap kebijakan afirmatif seperti kuota 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif menjadi salah satu bukti komitmen organisasi ini dalam memperjuangkan hak perempuan. Kohati menggabungkan nilai-nilai Islam dengan semangat feminisme eksistensialis, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan penghormatan terhadap nilai keagamaan bukanlah hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan selaras untuk kemajuan sosial.
Dalam menghadapi tantangan zaman, Kohati terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi dan membangun jejaring lintas sektoral guna menghasilkan pemimpin perempuan yang adaptif dan visioner. Mereka tidak hanya mempersiapkan individu, tetapi juga mengubah mindset masyarakat agar semakin terbuka menerima kepemimpinan perempuan di berbagai tingkat.
Kerja keras Kohati membuktikan bahwa perempuan bukan pendamping kepemimpinan semata, melainkan kekuatan utama penentu masa depan bangsa. Perempuan kader Kohati telah dan akan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa yang inklusif dan beradab. Dengan kemampuan, integritas, dan tekad yang kuat, perempuan Indonesia siap menjadi srikandi peradaban masa kini dan masa depan.
Kohati, sebagai pelita generasi perempuan Indonesia, terus menyalakan semangat dan mempersiapkan para perempuan unggul untuk menyuarakan asa, menggapai cita-cita, dan membangun masa depan gemilang bagi Indonesia
Leave a Reply