Bontang, Kalimantan Timur — Di tengah era pasca-migas, keberlangsungan ekonomi Bontang tergantung pada komoditas baru. Masuklah Agus Haris, Wakil Wali Kota yang sejak awal 2025 menetapkan pariwisata sebagai senjata utama, dengan strategi berbasis data, regulasi, dan lapangan—bukan sekadar wacana.
1. Dari Kerusakan hingga Regulasi: Pulau Beras Basah
Pulau yang semula dikenal sebagai destinasi keluarga kini memprihatinkan: fasilitas koyak, sampah liar menggunung, dan tiket ilegal merajalela. Akhir Juni lalu, Agus turun langsung dan mengumumkan penataan total: dermaga direvitalisasi, gubuk liar diberantas, dan sistem tiket resmi tengah disiapkan. Sisi menariknya? Rencana ini sekaligus mendata keberadaan wisatawan—sebuah langkah data-driven langka untuk level pemerintah daerah.
2. Pulau Kedindingan: “Gili Trawangan-nya Kaltim”
Tidak cukup hanya memperbaiki yang sudah ada, Agus Haris mencitrakan Bontang sebagai kota kreatif. Ia mengedepankan gagasan ambisius: menjadikan Pulau Kedindingan sebagai pusat hiburan teratur, mirip Gili Trawangan. Tujuannya jelas: hilangkan hiburan ilegal di kota, alihkan ke pulau—terdata, tertib, dan menghasilkan PAD. Jika terealisasi, ini bukan soal kembang api malam saja, namun struktur ekosistem ekonomi lokal.
3. Pariwisata dan Lingkungan: Dua Sisi Mata Uang yang Sama
Setelah video sampah di laut Pulau Beras Basah sempat viral, Agus sigap memerintahkan OPD turunkan program penanggulangan sampah—mulai kampanye “bawa pulang sampah” hingga kesadaran kolektif di destinasi. Bagi Agus, pariwisata adalah soal persepsi bersih, bukan cuma spot Instagram.
4. Pembangunan Terarah: ADWI & Kampung Malahing
Keberhasilan Kampung Malahing meraih Juara III ADWI 2023 bukan sekadar penghargaan—itu cerminan visi Agus yang memperkuat fondasi desa wisata dari hulu ke hilir. Ia menekankan bahwa tanpa fasilitas dan manajemen, titel juara hanya akan menjadi “aksesoris kosong”.
Mengapa ini powerful?
- Data + Lapangan: Kukuh lewat survei dan penghitungan wisatawan, bukan semata janji politik.
- Regulatif + Ekonomis: Pulau Kedindingan ala Gili Trawangan bukan spot selfie semata, tapi strategi penggeseran ekonomi.
- Simplisitas yg Efektif: Dari sampah hingga tiket, semua ditata—menyatukan persepsi dan realitas.
- Visi & Aksi: Dari citra bersih hingga penataan desa wisata berbasis ADWI, ini gambaran Kolaborasi Logo & Detail.
Jika ratusan pulau di Indonesia Timur memiliki potensi, Agus Haris membawa narasi: bukan soal estetika pariwisata, tapi soal ekonomi berkelanjutan. Bontang bisa jadi contoh bahwa pariwisata desa juga bisa jadi pilar ekonomi—asal dikelola bukan sekadar “kegiatan seremonial”.
Leave a Reply