KEJATI KALTIM KEMBALI MENAHAN 2 TERSANGKA 

PERKARA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Kejaksaan Tinggi Kalimantan TimurSamarinda –Kamis, 26 Pebruari 2026, tim Jaksa Penyidik BidangTindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur telah melakukan upaya paksa berupa menetapkan 2 (dua) orang tersangka dan melakukan penahanan terhadapTersangka DA selaku Direktur dari 3 (tiga) perusahaanyaitu PT. JMB, PT. ABE, PT. KRA dan tersangka GT selaku Direktur Utama dari 3 (tiga) perusahaan yaitu PT. JMB, PT. ABE, PT. KRA, dalam perkara dugaan tindakpidana korupsi telah melakukan perbuatan melawanhukum ataupun menyalahgunakan kewenangan sehinggaPT. JMB, PT. ABE, PT. KRA dapat melakukanpenambangan secara tidak benar ditanah ataupun lahandi HPL No. 01 milik Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 

Berdasarkan hasil penyidikan, Tim Penyidik telahmemperoleh minimal dua alat bukti sebagaimana termuatdalam UU No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP pasal 90 ayat (1) terkait keterlibatan para tersangka dalam perkaradimaksud, yang kemudian terhadap tersangka DA dan tersangka GT pada hari yang sama langsung dilakukan penahanan dengan jenis penahanan Rutan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Samarindaterhitung mulai tanggal 26 Februari 2026, denganpertimbangan pasal yang disangkakan diancam denganpidana 5 tahun atau lebih serta adanya kekhawatirantersangka akan melarikan diri, menghilangkan barangbukti dan mengulangi tindak pidana (vide pasal 100 ayat(1) dan (5) UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP).

Terhadap para tersangka DA dan tersangka GT disangkakan Primair pasal 603 UU RI Nomor 1 Tahun2023 tentang KUHP jo pasal 18 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsisebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PidanaKorupsi jo pasal 20 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentangKUHP. Subsidair pasal

pasal 604 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo pasal 18 UU RI No.31 Tahun 1999 tentangPemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimanatelah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal20 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP

KASUS POSISI :

Bahwa tersangka DA selaku Direktur di ketiga Perusahaan yaitu PT. JMB, PT. ABE dan PT. KRA dan tersangka GT selaku Direktur Utama di ketiga Perusahaan yaitu PT. JMB, PT. ABE dan PT. KRA sekira pada tahun 2007sampai dengan 2012 telah melakukan penambangan tidakbenar dengan bukaan lahan sekitar 1.800 Ha di HPL No. 01 milik Kementrans tanpa seijin dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sehingga tujuan TrasmigrasiSwakarsa Mandiri (TSM) di Desa Bhuana Jaya dan DesaMulawarman, Desa Suka Maju, Desa Bukit Pariaman dan Desa Separi di Kecamatan Tenggarong Seberang yang terletak HPL No.01 tidak tercapai, dan batubara yang berada di dalamnya dijual secara tidak benar, atasperbuatan para tersangka negara dirugikan kurang lebih500 milyar rupiah, terhadap kerugian ini masih dilakukanpenghitungan oleh penyidik maupun auditor untukmemperoleh akumulasi

Leave a Reply