By; Henriono, Penulis adalah Ketua Umum Generasi Intelektual Indonesia (GIE)
Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap 10 November yang menjadi momentum bersejarah bagi kita atas pengorbananpara Pahlawan yang telah memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Seperti Perjuangan Soekarno, Sang Revolusioner yang memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia dimana menjadi salah satu Inspirator Bangsa Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional yang telah memimpin Negara Republik Indonesia Pada Era Orde Lama. Sebagai Manusia Biasa, Para Pahlawan Nasional masih memiliki Kekurangan dalam hidupnya. akan tetapi, tetap patut kita apresiasi dan memberikan penghargaanatas Dedikasinya dalam memperjuangkan, mempertahankan atau membangun Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Perjuangan Rakyat dalam mewujudkan Kepentingan Bangsa dan Negara Republik Indonesia telah melibatkan banyak Tokoh yang akhirnya diantara mereka telah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional dimana jumlahnya berpotensi terus bertambah pada masa yang akan datang. adapun tokoh yang memiliki peluang menjadi Pahlawan Nasional.diantaranya, Soeharto. Ia telah memperjuangkan dan Mempertahankan serta Membangun Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Selain itu, KH. Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gusdur. Ia pun layak dan pantas mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional sebagai Tokoh CivilSociety yang menghabiskan masa hidupnya menjaga Tolerasiantar Umat beragama di Indonesia bahkan menjadi Tokoh Pluralism Dunia.
Belakangan ini, Menjelang Pemberian gelar Pahlawan Nasional sering kali menimbulkan dinamika ditengah – tengah masyarakat Indonesia seperti yang terjadi pada Soeharto. Ia adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan pada dirinya. akan tetapi, Ia dengan Jiwa dan Raganya telah memberikan Konstribusi besar terhadap Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Adapun Jejak perjuangan Soeharto, Ia pernah menjadi bagian dari PETA dan terlibat dalam pembentukan Unit Perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia serta bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang menjadi Cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Yogyakarta pada tahun 1945.
Keterlibatan Soeharto dalam melawan Agresi Sekutu yang didalamnya terdapat pasukan Belanda & Inggris diamanamembuat pasukan penjajah Mundur pada saat itu. atas Keberhasilannya, Ia mendapatkan Penghargaan kenaikan pangkat menjadi Komandan Kolonel pada tahun 1948. selanjutnya Ia diberikan Tanggung Jawab menjadi Komandan Pasukan Brigade Pada tahun 1948 di Yogyakarta serta melakukan perang Gerilya merebut kembali Ibu Kota Yogyakarta dari penguasaan Sekutu (Belanda) pada Tahun 1949.
Peran aktif Soeharto bersama para Jendral TNI yang berjuang dalam mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan Indonesia dimana banyak diantara mereka yang Gugur atas Rencana PKI merebut Kekuasaan dengan menghabisi Para Jendral TNI yang selama ini memiliki Komitmen dan Loyalitas tinggi mempertahankan Negara dan menjaga Presiden RI, Bapak Ir. Soekarno.
Pada masa itu, Presiden Soekarno memberikan Surat Perintah 11 Maret pada tahun 1966 kepada Soeharto sebagai Panglima Kopkantib agar menciptakan Stabilitas Keamanan pasca peristiwa kekacauan G30S/PKI. Keberhasilan Soeharto menciptakan situasi yang kondusif atas ancaman Terhadap Negara Republik Indonesia menjadi referensi bahwa dirinya layak dan pantas menjadi Pemimpin Masa depan Indonesia.
Atas kesuksesan itu, telah mengantarkan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia pada 27 Maret 1968. Adapun Pada masa Kepemimpinannya, Presiden Soeharto telah banyak membuat Terobosan pembangunan sebagaimana berikut :
Pertama, Soeharto berhasil membangun Kebijakan pada Program dibidang kesehatan melalui Puskesmas dengan Gerakan Pelopor Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat pada tingkat kecamatan dan posyadu pada tingkat desa.
Kedua, Soeharto melalui Program SD Inpres telah memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses dunia pendidikan terutama di daerah terpencil yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, baik dari kota terutama di daerah pedalaman.
ketiga, Transmigrasi yang bertujuan melakukan pemerataan penduduk di daerah kosong atau jarang penduduk yang menciptakan interaksi Multikulturalism sebagai perwujudan dari Tolerasi antar suku Bangsa dan agama-.
keempat, Program Pelita l – Vl yang memberin dampak positif pada stabilitas ekonomi – Politik dengan agenda swasembada pangan, Peningkatan pertumbuhan dibidang Industri serta peningkatan kualitas sumber daya Manusia.
lima, kebijakan Sistem Pertahanan dan keamanan yang berhasil menjaga Persatuan dan kesatuan Negara melalui pembangunan SDM angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh pada masanya.
Keenam, Kebijakan Satelit Palapa yang dicetuskan pada era kepemimpinan Presiden Soeharto yang terinspirasi dari Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara, dimana Presiden Soeharto menggunakan nama tersebut sebagai program kemajuan tekhnologi untuk menyatukan Indonesia melalui komunikasi yang baik antar Pulau & antar daerah.
Ketujuh, Program Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) merupakan sebuah warisan dari Presiden Soeharto yang terwujud pada Skala Nasional untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
kedelapan, terciptanya KELOMPENCAPIR (Kelompok Pendengar, Pembaca, Pirsawan) adalah Program Televisi untuk petani dan Nelayan agar tercipta komunikasi yang baik dengan Pemeritah dalam mewujudkan Swasembada Pangan.
Kesembilan, Kebijakan pada bidang Inrastruktur seperti Jalan Tol Pada masa pemerintahan Soeharto (1978-1997), dengan total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia sebanyak 553 KM. apabila dibandingkan dengan Republik Rakyat China telah mencapai sepanjang 3.422 KM pada tahun 1997. dimana perbandingan diantara keduanya 1 : 6 .
sedangkan jalan tol yang dibangun antara Tiongkok dan Indonesia terjadi perbedaan yang signifikan pada tahun 2024, dimana Indonesia telah membangun kurang lebih 2.893 KM sedangkan Tiongkok mencapai Sekitar 280.000 km. Dalam arti perbandingannya 1 : 100.
Referensi Pembangunan Jalan tol menjadi salah satu bukti bahwa Era Soeharto berhasil mendorong Sektor pembangunan pada masanya sehingga layak menjadi Bapak Pembangunan yang memiliki pengaruh luar biasa sehingga menjadi Macan Asia dengan kekuatan militer yang kuat dan disegani Negara lain pada masanya. Berdasarkan keberhasilan tersebut atas, Maka Kami memiliki pandangan bahwa Soeharto layak dan pantas menjadi Pahlawan Nasional atas dedikasinya selama ini terhadap Rakyat, Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Leave a Reply