Jakarta, Konspirata.com – Gerbong besar perubahan tampaknya mulai berderak di tubuh Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI). Dari balik dinamika yang selama ini cenderung sunyi, tiba-tiba muncul satu nama yang mencuri perhatian: Rudianto Manurung, Ketua Pengprov PSTI Riau.
Langkah Rudianto yang resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum PB PSTI periode 2025–2029 langsung menggemparkan lingkaran internal olahraga tersebut. Bukan tanpa alasan—ia disebut sudah mengantongi dukungan 21 Pengprov PSTI se-Indonesia, jumlah yang mencapai sekitar 75 persen dari total suara sah.
“Alhamdulillah, saya berterima kasih atas dukungan dari rekan-rekan Pengprov PSTI di seluruh Indonesia. Mohon doa agar langkah saya dimudahkan untuk memimpin PB PSTI dan membawa prestasi lebih tinggi bagi sepak takraw Indonesia,” ujar Rudianto, Selasa (28/10/2025).
Dukungan Meluas, Tapi Kenapa Sekarang?
Menariknya, dukungan ini datang dalam tempo yang nyaris bersamaan. Dari Aceh hingga Papua, 21 pengurus provinsi seolah bergerak dalam satu frekuensi. Apakah ini kebetulan, atau ada komunikasi strategis di balik layar?
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebut, sejumlah Pengprov memang sudah lama menginginkan figur pembaru di tubuh PB PSTI. “Mereka ingin arah baru, bukan sekadar rutinitas olahraga tahunan tanpa lompatan prestasi,” katanya singkat.
Laga Dua Poros: Rudianto vs Surianto
Dalam bursa pemilihan nanti, Rudianto akan berhadapan dengan Surianto, Ketua Pengprov PSTI Makassar. Pertarungan dua nama ini disebut mencerminkan adu visi dua poros besar: barisan pembaruan di satu sisi, dan kekuatan status quo di sisi lain.
Namun, satu hal menarik: Rudianto bukan sosok baru di lapangan strategi. Selain dikenal sebagai advokat, ia juga lama aktif di dunia pembinaan olahraga dan punya reputasi merangkul banyak kalangan.
“Kunci dari prestasi adalah pembinaan. Ke depan, kami akan fokus menyiapkan atlet dan pelatih takraw yang mampu bersaing di panggung dunia,” ujarnya menegaskan.
Gelombang Perubahan dari Daerah
Daftar dukungan terhadap Rudianto datang dari lintas pulau: Aceh, Banten, Bali, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Maluku, NTT, Papua, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Riau, dan Sumatera Utara.
Bila daftar ini solid hingga Munas PB PSTI 1 November 2025, maka peluang Rudianto untuk merebut kursi ketua umum hampir tak terbendung. Namun, seperti sering terjadi dalam politik olahraga nasional, “pergeseran” bisa saja terjadi detik-detik terakhir—bahkan di ruang rapat tertutup sebelum pemungutan suara.
Pertanyaan yang Masih Menggantung
Apakah gerakan dukungan besar ini murni lahir dari semangat perubahan? Ataukah ada skenario lebih besar untuk membangun blok kekuasaan baru di level pusat?. Yang jelas, peta sepak takraw nasional tak lagi tenang. Dan bagi para pengamat, langkah Rudianto Manurung menjadi lebih dari sekadar pencalonan—ia bisa jadi simbol dari kebangkitan suara daerah melawan dominasi lama di tubuh organisasi olahraga nasional. (rdk/AR).
Leave a Reply