Warga Abul Hasan Melawan: Jalan Satu Arah Disebut Bunuh Pengusaha dan Usaha Kecil, DPRD Gelar RDP

Samarinda. konspirata.com — Kebijakan Pemerintah Kota Samarinda yang menjadikan Jalan KH Abul Hasan sebagai jalur satu arah menuai gelombang penolakan dari warga dan pelaku usaha. Alih-alih menyelesaikan masalah kemacetan, aturan ini justru dituding “membunuh” aktivitas ekonomi rakyat kecil yang bergantung hidup di kawasan tersebut.

Sejak penerapan sistem satu arah, banyak pengusaha hingga pedagang mengeluh omzet mereka anjlok hingga 70 persen dalam sehari. Beberapa usaha bahkan terancam gulung tikar jika kebijakan ini terus dipaksakan.

“Ini bukan sekadar aturan lalu lintas, tapi soal perut kami. Omzet kami jatuh, pelanggan makin sepi. Kalau begini terus, kami bisa tutup,” ungkap seorang pedagang dengan nada kecewa.

Bukan hanya pedagang, orang tua murid dan pasien rumah sakit juga ikut jadi korban kebijakan ini. Rute yang dipaksa memutar jauh membuat biaya transportasi naik, waktu terbuang, dan akses layanan publik semakin sulit.

Ironisnya, warga menilai akar kemacetan di Jalan Abul Hasan bukanlah karena arus dua arah, melainkan parkir yang tidak tertata baik yang dibiarkan berlangsung di jam sibuk. “Kenapa itu tidak ditertibkan? Kenapa malah jalan dijadikan satu arah permanen?” tambah warga lainnya.

Gelombang penolakan masyarakat akhirnya sampai ke meja DPRD Kota Samarinda. Komisi III DPRD resmi mengundang hearing (RDP) bersama Pemkot, Dishub, Dinas PUPR, hingga Camat Samarinda Kota pada Selasa, 30 September 2025. Agenda utama: menyoal kebijakan satu arah yang kini jadi polemik besar di jantung kota.

Konspirata mencatat, kebijakan publik tanpa partisipasi masyarakat kerap berujung masalah. Alih-alih melibatkan warga dalam uji coba dan musyawarah, pemerintah justru menabrak dengan aturan permanen. Hasilnya, suara rakyat kembali dikesampingkan.

Kini pertanyaan mengemuka: apakah DPRD berani berpihak pada rakyat kecil, atau hanya jadi stempel kebijakan sepihak Pemkot? Jawabannya akan terungkap dalam RDP yang bisa menentukan masa depan Jalan Abul Hasan — dan juga nasib ribuan warga yang mencari makan di sekitarnya.

Penulis : Fadly fahrizal, warga Abul Hasan)

Leave a Reply