Kegiatan Class Up Bahas Pelatihan Fotografi dan Videografi oleh HMPKn FKIP UNMUL

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKn) FKIP UNMUL kembali menghadirkan program unggulannya, Class Up, dengan tema yang dekat dengan minat generasi muda masa kini, yaitu pelatihan fotografi dan videografi. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum HMPKn, Inggrit Rahma Wati, serta diprakarsai langsung oleh Bidang Kominfo di bawah koordinasi Husen. Class Up menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah kreatif bagi mahasiswa untuk memperdalam keterampilan visual sebagai media ekspresi dan komunikasi.

Class Up kali ini mengangkat tema “Kamera Sebagai Alat Ekspresi: Pelatihan Fotografi & Videografi Kreatif” dengan pemateri yang sangat luar biasa yaitu Fahrizal Ahyar yang merupakan ahli di bidangnya. Adapun tujuan dari pelaksanaan seminar fotografi dan videografi kreatif adalah untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan media visual sebagai sarana ekspresi dan komunikasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami peran kamera bukan hanya sebagai alat dokumentasi, tetapi juga sebagai media edukatif.

Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar fotografi. Kamera diibaratkan sebagai mata, memori sebagai otak, dan hasil akhirnya sebagai karya seni yang mampu menyampaikan pesan tanpa kata. Peserta diajak memahami bahwa setiap jepretan bukan sekadar gambar, tetapi juga ekspresi dan makna.

Selain fotografi, materi videografi menjadi bagian yang sangat diminati. Peserta mendapatkan penjelasan tentang berbagai jenis gaya video, mulai dari dokumenter, klasik, komersial, artistik, hingga sinematik. Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi teknis maupun penyajian cerita.

Jenis video dokumenter, misalnya, menitikberatkan pada fakta dan realitas. Sementara video sinematik lebih menonjolkan nuansa film layar lebar dengan sentuhan artistik seperti color grading, framing rapi, dan storytelling emosional. Hal ini membuka wawasan peserta untuk melihat bahwa videografi memiliki ruang yang luas dalam penyajian.

Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan pada praktik pembuatan konten yang sederhana namun efektif. Melalui contoh vlog harian maupun video korporat, peserta diajak memahami bagaimana teknik sederhana bisa menghasilkan karya yang bernilai.

Materi storytelling turut mendapat perhatian besar. Peserta diajarkan bagaimana menyusun narasi dalam sebuah video, baik fiksi maupun nonfiksi. Kehadiran alur cerita yang jelas, mulai dari pembukaan hingga penyelesaian konflik, dinilai mampu memberikan dampak emosional yang lebih kuat kepada audiens.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memperlihatkan peluang karier dalam bidang fotografi dan videografi. Industri kreatif saat ini dinilai terus berkembang pesat dan membuka kesempatan luas bagi mereka yang memiliki keterampilan serta kreativitas tinggi.

Panitia penyelenggara menegaskan bahwa Class Up tidak hanya sebatas pelatihan teknis. Lebih dari itu, acara ini bertujuan membentuk mindset peserta agar lebih adaptif dengan perkembangan teknologi digital dan tren industri kreatif masa kini.

Para peserta mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Mereka menilai materi yang diberikan praktis, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam pembuatan konten sehari-hari. Beberapa peserta bahkan menyatakan semakin termotivasi untuk menjadikan fotografi dan videografi sebagai profesi di masa depan.

Dengan terlaksananya pelatihan ini, HMPKn FKIP UNMUL melalui kepemimpinan Inggrit Rahma Wati selaku Ketua Umum dan dukungan penuh Bidang Kominfo yang dipimpin Husen, diharapkan Class Up dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi pengembangan kreativitas generasi muda. Fotografi dan videografi bukan hanya hobi, tetapi juga pintu masuk menuju dunia profesional yang penuh peluang dan tantangan.

Leave a Reply