Kepala Dispora Kaltim dan Eks Ketua DBON Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp100 Miliar, Ada Apa di Baliknya?

Samarinda – Kasus dugaan korupsi kembali mencuat di Kalimantan Timur. Kejaksaan Tinggi Kaltim resmi menetapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, bersama mantan Ketua Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan dana hibah senilai Rp100 miliar.

Dana hibah tersebut merupakan anggaran tahun 2023 yang seharusnya diperuntukkan bagi program pembinaan dan pengembangan olahraga di Kaltim. Namun, hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi kuat penyalahgunaan kewenangan hingga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Pihak Kejati Kaltim sebelumnya telah melakukan penggeledahan di kantor Dispora Kaltim. Sejumlah dokumen, bukti transaksi, dan perangkat elektronik disita untuk memperkuat proses penyidikan. Selain itu, beberapa pejabat lain di lingkungan Dispora dan pengurus DBON juga turut diperiksa sebagai saksi.

“Kami sudah mengantongi bukti awal yang cukup. Status penyelidikan kini ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar salah satu pejabat di Kejati Kaltim, Senin (9/9).

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Dana sebesar Rp100 miliar yang seharusnya menopang kemajuan olahraga justru diduga dijadikan bancakan oleh segelintir pihak. Situasi ini menambah catatan panjang masalah akuntabilitas dalam pengelolaan hibah di Kaltim.

Tidak sedikit yang menilai, kasus ini bisa membuka tabir lebih besar tentang pola penggunaan dana hibah daerah yang selama ini kerap dipertanyakan transparansinya. Apalagi, DBON sendiri adalah program strategis yang digadang-gadang menjadi tonggak lahirnya prestasi olahraga nasional dari daerah.

Kini, publik menanti langkah tegas aparat hukum untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. Pertanyaan yang masih menggantung adalah: apakah hanya dua nama itu yang akan dijerat, atau justru akan menyeret aktor lain yang lebih besar di balik distribusi dana hibah raksasa tersebut?

Leave a Reply