Samarinda – Konspirat.com, Kader Soroti Hilangnya Posisi Nasional dan Tidak Ada Student Center, Kongres XXXIX Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang digelar di Samarinda meninggalkan catatan pahit bagi kader lokal. Alih-alih menjadi momentum strategis, pelaksanaan kongres justru diikuti kritik tajam terhadap Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Samarinda.
Sejumlah kader komisariat menilai BPC gagal memperjuangkan kepentingan cabang. Tidak ada satu pun kader Samarinda yang berhasil masuk ke dalam struktur Pengurus Pusat (PP) GMKI. Selain itu, rencana pengadaan sekretariat cabang atau Student Center (SC) yang semula diharapkan menjadi warisan kongres pun tidak terealisasi.
“Bayangkan, habis kongres nasional malah tak punya sekretariat. Itu bukan prestasi, itu kegagalan struktural,” tegas Lasro Efrendi Situmorang, pengurus GMKI Komisariat Politeknik Negeri Samarinda (Polnes),
Menurut Lasro, kelemahan BPC terlihat dari minimnya konsolidasi sebelum dan sesudah kongres. “Kami hanya jadi panitia teknis. Samarinda sekadar jadi lokasi, bukan subjek gerakan. BPC membiarkan kesempatan strategis ini hilang,” ujarnya.
Kritik ini semakin menguat setelah munculnya desakan agar BPC memberikan pertanggungjawaban terbuka. Di sejumlah forum internal, kader menyebut BPC kehilangan peran sebagai motor gerakan.
Poin Kritik Utama Kader:
Tidak ada keterwakilan Samarinda di Pengurus Pusat GMKI
Tidak terealisasinya Student Center sebagai infrastruktur cabang
Lemahnya konsolidasi dan strategi politik organisasi
Belum adanya evaluasi publik atau laporan pertanggungjawaban BPC
Hingga berita ini diterbitkan, BPC GMKI Samarinda belum memberikan pernyataan resmi. Namun, desakan untuk melakukan evaluasi internal dan koreksi kepemimpinan semakin kuat di kalangan kader dan senior organisasi. (rdk/ar)
Leave a Reply